Artikel



IPTEK bagi Masyarakat Petani Jamur Tiram Hibah Pengabdian Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo


 31 Agustus 2017     Untung Usada, S.Si., M.T. (Kepala BPM)

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas wajib bagi seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Banyak dana hibah yang ditawarkan oleh Kemenristekdikti guna meningkatkan partisipasi dosen dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Salah satu dari skema pengabdian adalah IPTEK bagi Masyarakat (IbM).

Pada tahun pelaksanaan anggaran 2017, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo mendapatkan dana hibah dalam skema IbM yang diperoleh dosen Teknik Industri yaitu Untung Usada, S.Si., M.T. beserta tim yang terdiri dari 1 anggota dosen, 2 mahasiswa dan 1 administrasi. Dalam pelaksanaan pengabdian tersebut, tim  menggandeng mitra petani jamur tiram dan produsen baglog. Tim ini merupakan satu-satunya tim yang lolos dalam seleksi skema IbM dari UNUSIDA.

Program pengabdian ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di daerah Prigen kabupaten Pasuruan dan daerah Beciro kabupaten Sidoarjo. Program yang dilaksanakan berupa pendampingan, pelatihan dan perbaikan sarana dan prasarana. Untuk mitra 1 yang ada di daerah prigen Pasuruan merupakan seorang petani jamur tiram yang bernama Pak Dahlan. Keinginannya untuk mengembangkan budidaya jamur yang tinggi inilah yang membuat tim menjadikan mitra dalam kegiatan ini. Kumbung yang semula hanya mampu menampung 600-700 baglog, oleh tim dikembangkan dan dibangun sehingga mampu menampung baglog sebanyak kurang lebih 3000 baglog. Dengan kapasitas itu, hasil produksi mitra 1 bisa meningkat 5 kali dari hasil produksi yang sebelumnya. Selain kapasitas yang kecil, kumbung yang dimiliki juga sangat kurang ideal untuk budidaya jamur tiram. Selain dibangunkan kumbung, mitra 1 juga diberi pengetahuan tentang bagaimana membuat baglog. Kegiatan ini dilakukan di lokasi mitra 2 yang terletak di desa Beciro kabupaten Sidoarjo. Pak Dahlan dengan antusias yang tinggi dan dengan bimbingan mitra 2, mendapatkan berbagai pengetahuan mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan baglog, proses pencampurannya, mencetak, sterilisasi baglog dan penanaman bibit jamur. Pengetahuan ini memberikan dampak pada Pak Dahlan dalam melakukan perawatan pada saat budidaya jamur.

Mitra 2 yang merupakan produsen baglog, yaitu Pak Ahmad S pada bulan mei 2017 mengalami musibah yaitu meledaknya boiller yang merupakan bagian terpenting dalam melakukan produksi baglog. Peristiwa ini menyebabkan produksi baglog kurang lebih berhenti selama 2 minggu sehingga banyak pesanan dari petani jamur yang tidak dapat dipenuhi. Tim UNUSIDA yang mengetahui musibah ini, segera melakukan konsolidasi dan melakukan peninjauan ke lokasi untuk bisa mengambil langkah yang tepat dalam memberikan bantuan pada Pak Ahmad. Dari hasil diskusi dengan mitra 2, tim memutuskan untuk melakukan perbaikan terhadap boiller dengan membawa sisa-sisa boiller yang masih ada untuk dibawa ke bengkel. Dalam kurun waktu 2 minggu boiller dapat diselesaikan dan segera dipasang di mitra 2. Dengan perbaikan ini, produksi baglog mitra 2 dapat berjalan lagi dan pesanan baglog yang tertunda dapat dipenuhi. Selain itu, mitra 2 juga dibuatkan papan nama berupa neon box dengan tujuan agar konsumen dengan cepat mengenali lokasi produksi milik pak Ahmad.

Kegiatan IbM ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai bulan april sampai bulan oktober 2017. Kegiatan ini mendapat sambutan yang positif dari kedua mitra, karena dengan program ini, kedua mitra dapat meningkatkan hasil produksinya baik jamur tiram maupun baglognya. Selain itu, kesempatan ini juga dirasakan manfaatnya oleh Pak Dahlan dalam meningkatkan cara merawat baglog sehingga hasilnya bisa maksimal.