Artikel



PKM Kerajinan Bordir Di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo


 15 Oktober 2018     Rina Sri Wulandari, S.T., M.T.

Tridharma pendidikan merupakan tugas wajib yang harus dilaksanakan oleh seorang
dosen. Pengabdian masyarakat menjadi salah satu bagian dari Tridharma pendidikan. Program
Kemitraan Masyarakat (PKM) kerajinan Bordir yang dilaksanakan dilaksanakan di Desa Ketegan
Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo merupakan kegiatan pengabdian masyarakat.
Kegiatan ini, merupakan program pengabdian masyarakat yang lolos pendanaan hibah
kemenristekdikti anggaran 2018.

Tim dana hibah ini, diketuai oleh Rina Sri Wulandari (Dosen Teknik Industri), Medya
Ayunda Fitri (Dosen Teknik Kimia), Yulia Tri Rahkadima (Dosen Teknik Kimia), dan 2
orang mahasiswa. Pengabdian masyarakat ini, melibatkan 2 orang mitra yang keduanya
berlokasi di Desa Ketegan. Mitra 1 adalah ibu Lilik Fahimatus dan Mitra 2 adalah Koperasi
Bordir Ketegan. Kedua Mitra menghasilkan produk mukenah, kebaya, dan kerudung bordir
yang memiliki kualitas yang sangat bagus. Mitra mempunyai keinginan yang sangat besar
untuk meningkatkan hasil penjualan produknya. Keinginan peningkatan hasil penjualan
dirasa bukan hal yang mustahil, jika dilihat dari berbagai peluang yang ada.

Untuk memenuhi harapan mitra tersebut, maka tim bersama mitra mencari berbagai
kendala yang selama ini dihadapi oleh mitra untuk dicari solusinya. Umumnya kelompok
pengrajin di Desa ini, memiliki mesin bordir yang dimiliki masa pakainya sudah sangat lama
termasuk mesin yang digunakan oleh mitra 1. Untuk pemasaran, mitra 1 selama ini hanya
menunggu pesanan dari tetangga dan kenalan. Kendala lain yang dialami oleh mitra adalah
terkait kemasan yang tampak kurang menarik karena hanya dikemas dalam plastik biasa.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang diberikan oleh Tim untuk
permasalahan mesin yang menghambat proses produksi, maka Tim melakukan pengadaan
mesin untuk kedua Tim. Mesin yang diberikan berupa mesin bordir, mesin jahit, dan mesin
solder. Untuk membuat hasil produksi lebih menarik lagi, maka mitra melakukan pelatihan
pembuatan label (labeling) dan pengemasan (packaging). Jika selama ini mitra belum
mempunyai label, maka Tim bersama dengan mitra membuat label yang menarik untuk
produk mereka. Pengemasan yang diusulkan oleh Tim untuk produk mukenah dan kebaya
bukan lagi menggunakan plastik biasa, tetapi menggunakan box plastik. Pelatihan pemasaran
yang dilakukan adalah mengajarkan cara melakukan pemasaran menggunakan media online
untuk meningkatkan penjualan. Kegiatan pelatihan pemasaran juga melibatkan remaja yang
ada di Desa tersebut. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari kedua mitra bahkan dari
seluruh anggota koperasi.