Berita



Menpora Tutup Osmabunda dengan Orasi Kebangsaan


  7 September 2017

Upacara Penutupan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Osmabunda) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo tahun 2017 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran Imam Nahrawi selain untuk menutup kegiatan tersebut juga untuk menyampaikan Orasi Kebangsaan. Orasi tersebut merupakan bagian dari agenda Osmabunda yang sekaligus menjadi kuliah umum pertama bagi mahasiswa baru UNU Sidoarjo.

Imam Nahrawi dalam orasinya menyampaikan, baru kali ini ia berorasi di malam hari, dan bertepatan dengan malam takbiran Hari Raya Idul Adha.

“Baru malam ini saya mengisi Orasi Kebangsaan di malam hari. Biasanya siang, pagi, maksimal sore,” katanya, Kamis 31 Agustus 2017 di Hall Rohmatul Ummah UNU Sidoarjo.

Menurutnya, salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menegaskan peran mahasiswa yakni dengan menunjukkan peran Gus Dur dalam mengawal bangsa dari keterceraiberaian. Dengan mengokohkan makna toleransi ala ahlussunnah wal jamaah.

Terdapat perbedaan orientasi mahasiswa baru di UNU Sidoarjo dengan kampus-kampus lain. Jika di kampus lain hanya dikenalkan dengan kehidupan kampus, di UNU Sidoarjo dikenalkan dengan perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa.

Tanpa adanya jurusan ilmu agama, diharapkan UNU Sidoarjo mampu meluluskan teknokrat yang bisa tahlilan dan barjanji. Selain itu harus menjadi bagian dari pembangunan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pemuda harus menjadi bagian dari pembangunan, karena sejarah lahirnya Negara tidak pernah lepas dari peran pemuda. Tugas-tugas Negara diamanatkan kepada para pemuda, terbukti dengan lahirnya Organisasi Budi Utomo, Sumpah Pemuda,” pungkas Imam Nahrawi dalam orasinya.

Di penghujung acara, Menpora memakaikan Alamamater UNU Sidoarjo kepada peserta Osmabunda. Momen itu merupakan penanda bahwa peserta Osmabunda telah resmi menjadi mahasiswa UNUSIDA.