Suasana Saat Ratusan Mahasiswa Baru Unusida Ikuti PKKMB 2024 (Foto: Humas Unusida)

Kenalkan Kehidupan Kampus, Ratusan Mahasiswa Baru Unusida Ikuti PKKMB 2024

Ratusan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2024. Kegiatan untuk mengenalkan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru tersebut mengusung tema ‘Menapak Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju Mahasiswa yang Berinovasi, Menginspirasi dan Berprestasi’.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari, Rabu-Kamis (04-06/09/2024) yang dipusatkan di Gedung KBIHU Rohmatul Ummah Annahdliyah Sidoarjo, Jl. Monginsidi Kav DPR C1, Sidoklumpuk, Sidokumpul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Rektor Unusida, H Fatkul Anam menyampaikan selama 1 tahun akademik terakhir, Unusida telah menorehkan 6 prestasi internasional dan 24 prestasi nasional bidang akademik, serta 36 prestasi nasional non-akademik.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa tugas mahasiswa baru Unusida untuk melanjutkan dan melebihi prestasi sebelumnya. Ia berharap, mahasiswa Unusida dapat menjadi kader NU yang akan mengisi pos-pos penting di masyarakat, baik di bidang pendidikan, pemerintahan, olahraga, politik, dan sebagainya.

“Selamat datang di kampus juara, mari bersama-sama kita wujudkan cita-cita dan impian para masyayikh untuk merawat Indonesia dengan semangat kebinekaan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan PKKMB Unusida Tahun 2024, Rabu (04/09/2024).

Dalam kesempatan tersebut, dirangkai dengan pemberian award bagi mahasiswa berprestasi nasional dan Internasional. Di antaranya juara 2 dalam Kompetisi Rencana Bisnis Nasional yang diselenggarakan oleh Polindo Internasional Surabaya, Gold Award atau medali emas dalam ajang E-NNOVATE Internasional Innovation & Invention Summit 2024 di Polandia Category Agriculture and Aquaculture, serta silver medal dalam ajang Business Plan International World Economics Challenge and Competition (WECC) 2024.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo, H Subandi sangat mengapresiasi peran serta sivitas akademika Unusida yang memiliki semangat berkompetisi dengan disertai akhlak yang mulia. Hal ini dapat menjadi contoh yang baik untuk menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat.

“Unusida terus berproses untuk menjadi kampus unggulan, terutama dalam bidang akademisi. Yang mampu menjadi pionir pembaruan dan pembangunan serta mampu melahirkan intelektual yang berpikir universal,” jelasnya.

Subandi menyebutkan bahwa program pemerintah daerah saat ini adalah pembangunan SDM yang unggul, adaptif dan mampu menghadapi tantangan di globalisasi. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk turut serta dalam menjadikan SDM yang sehat dan memiliki produktivitas yang tinggi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Selaku pimpinan daerah, saya mendorong Universitas di Kabupaten Sidoarjo, terutama Unusida untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam menghasilkan generasi yang unggul dan profesional,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mahasiswa Unusida harus menjadi pioneer dalam menjunjung ahlussunah wal jamaah di tengah masyarakat. Serta mampu bersaing secara nasional dan internasional.

“Kami sangat bangga bahwa program yang dilakukan Unusida telah mempresentasikan sebagai kampus kebanggaan warga nahdliyin Sidoarjo yang mampu bersaing dengan kampus-kampus yang lainnya,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa baru Unusida untuk menata niat dan menentukan tujuan dalam belajar di perguruan tinggi. Dengan giat mengembangkan diri menguasai teknologi dengan terus aktif belajar, berinovasi dan kreatif, tidak hanya mengejar ijazah saja.

“Selamat kepada mahasiswa baru Unusida tahun 2024, saya harap kegiatan ini dapat memberikan pembekalan yang baik bagi seluruh mahasiswa baru Unusida yang akan memulai studinya dengan pengenalan kehidupan kampus dan pembelajaran yang produktif dan motivasi dalam berprestasi,” katanya.

Tampak hadir, Sekretaris LPT-PBNU M Faishal Aminuddin, Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin, Sekretaris BPP Unusida H Sholehudin, dan seluruh tamu undangan lainnya.

 

(my)

Penganugerahan kelompok terbaik KKN Unusida Berdaya 2024 (Foto: Humas Unusida)

Expo KKN Unusida Berdaya 2024, Tampilkan Hasil Karya dan Program Kerja Mahasiswa

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) angkatan 2021 telah menyelesaikan masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2024. Tahun ini, Unusida memberangkatkan 475 mahasiswa untuk program KKN Unusida Berdaya yang disebar ke dalam 5 fokus kegiatan.

Pertama, penempatan di 31 RT di Sidoarjo yang merupakan pemenang lomba RT Dinas PMD, yaitu 6 pemenang RT Jimpitan, 6 pemenang RT Sehat, 7 pemenang RT Asri, 6 pemenang RT Berbudaya, dan 6 pemenang RT Mandiri .

Kedua, Kawasan wisata di Sedati di 3 desa yakni Desa Gisik Cemandi, Desa Tambak Cemandi dan Desa Banjar Kemuning. Ketiga, Fasilitas umum kerja sama dengan Dinas Perikanan Sidoarjo di Kawasan Depo Pasar Ikan Sidoarjo.

Keempat, KKN di 2 pondok pesantren yakni Pondok Pesantren Nurul Ikhlas dan Pondok Pesantren Al Hidayah. Kelima, KKN tematik dari Fakultas Ilmu Komputer (Filkom).

Setelah menjalani program KKN Unusida yang dibuka sejak bulan Juli-Agustus lalu, mahasiswa dituntut untuk menampilkan hasil karya dan program kerja dalam kegiatan Expo KKN Unusida. Kegiatan ini diselenggarakan di Hall Kampus 2 Lingkar Timur Sidoarjo, Selasa (03/09/2024).

Rektor Unusida, H Fatkul Anam menyampaikan bahwa Expo KKN hari ini menjadi momen untuk evaluasi dan menampilkan hasil karya dan program kerja selama KKN 2024 yang tersebar di desa-desa tujuan. Juga sebagai bentuk apresiasi terhadap jerih payah mahasiswa dalam mengenalkan Unusida di tengah masyarakat.

“KKN menjadi tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa dalam rangka melengkapi tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian masyarakat,” katanya.

Ia menyampaikan banyak terima kasih terhadap pihak-pihak yang turut menyukseskan KKN Unusida. Pihaknya mengingatkan bahwa KKN bukan tugas akhir dari seorang mahasiswa. Akan tetapi keberlanjutan terhadap program-program yang menyentuh masyarakat

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan fasilitas dalam membuka ruang-ruang publik untuk mahasiswa Unusida,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KKN Unusida, Achmad Wahyudi mengatakan, Expo hasil KKN menjadi ajang menampilkan potret aset potensi di tempat tujuan KKN kali ini. Ia berharap, luaran penting dari program KKN tidak hanya di masyarakat desa, akan tetapi juga bagi mahasiswa dalam rangka implementasi materi serta menumbuhkan rasa peduli sosial terhadap lingkungan sekitar.

Dalam Expo KKN tersebut, mahasiswa menampilkan dan menyampaikan program kerja dan hasil karya selama menjalani KKN, di antaranya seperti penambahan fasilitas umum, branding UMKM dan potensi wisata desa, pemanfaatan teknologi, pemeliharaan lingkungan, digitalisasi informasi, pengelolaan sampah, revitalisasi infrastruktur desa, serta edukasi pendidikan.

“Alhamdulillah KKN Unusida 2024 berjalan dengan baik dan lancar, yang penting adalah peran serta mahasiswa Unusida untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat,” terangnya.

 

(my)

Penandatanganan MoA Pemberdayaan dan Upskilling serta Pelatihan Pemasaran UMKM oleh Unusida dan Baznas Sidoarjo (Foto: Humas Unusida)

Unusida Jalin Kesepakatan dengan Baznas Sidoarjo, Komitmen Dampingi Pemberdayaan UMKM

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menjalin kesepakatan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo terkait tentang Transformasi Peningkatan Ekonomi Sidoarjo Menuju UMKM Berdaya Saing dan Berkemandirian. Penandatanganan kesepakatan tersebut dilaksanakan di Kantor MWCNU Tarik, Senin (02/09/2024).

Dalam Memorandum of Agreement (MOA) tersebut tertuang tugas kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Seperti, pihak Baznas Sidoarjo yang meminta pendampingan terhadap UMKM binaan, juga Unusida yang menyatakan sanggup untuk memenuhi pendampingan UMKM dengan melaksanakan pelatihan bagi para pelaku UMKM binaan Baznas Kabupaten Sidoarjo.

Ketua Baznas Sidoarjo, M Chasbil Aziz Saldju Sodar menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pengelola Zakat milik pemerintah. Yang memiliki tugas untuk mengumpulkan, mengelola dan mendayagunakan zakat, infaq, dan shodaqoh.

Melalui program kemakmuran untuk umat, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan menggandeng kampus besar di Kabupaten Sidoarjo, seperti UNUSIDA untuk melakukan pendampingan pengembangan UMKM.

“Oleh karena itu, penting bagi kami untuk menggandeng kampus besar di Sidoarjo, seperti UNUSIDA yang saat ini kami gandeng untuk melakukan pendampingan pengembangan UMKM binaan Baznas Sidoarjo,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi di Sidoarjo saat ini semakin berkembang dan mendapatkan atensi khusus dari masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam segala bidang nantinya.

“Ikhtiar dengan doa, sinergi dengan Unusida untuk bekerja sama terkait pelaksanaan program kemaslahatan bangsa dan umat yang tepat sasaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Unusida H Fatkul Anam menegaskan bahwa pihaknya akan menugaskan dosen-dosen yang berkompeten dalam melakukan pendampingan nantinya. Seperti melakukan pelatihan meningkatkan kualitas produk dan promosi di media sosial.

“Jadi kami sudah menunjuk tim untuk melakukan pendampingan UMKM promosi menggunakan media sosial pengembangan UMKM dengan mengangkat budaya lokal setempat,” ucapnya.

Ketua Forum Rektor PTNU tersebut menyebutkan bahwa setiap bulannya Unusida telah melakukan banyak kegiatan pendampingan UMKM. Seperti melakukan Foto produk, perpajakan, perizinan bisnis hingga pendampingan sertifikasi halal dengan semangat UMKM naik kelas.

“Kami sangat bangga dan senang untuk berkontribusi menyapa masyarakat Sidoarjo. Adapun luaran kegiatan ini untuk membuat e-katalog sesuai dengan permintaan pemerintah setempat,” katanya.

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Hj Ainun Jariyah mengaku bahwa pihaknya sangat memperhatikan pemberdayaan pelaku UMKM. Perlunya komitmen dari setiap pelaku usaha untuk mengembangkan kualitas produk serta membangun jaringan pasar konsumen yang luas.

“Sesuatu yang dimulai dari awal memang tidak mudah, tapi jika sudah terbiasa, untuk menghidupkan UMKM sama dengan membuka peluang kerja bagi saudara kita,” tuturnya.

Dalam kerja sama pendampingan UMKM tersebut, selanjutnya Unusida akan menggelar 7x pelatihan terhadap pelaku usaha Baznas Sidoarjo di Kecamatan Tarik.

 

(my)

Tim PPK Ormawa HMTI Unusida Hibahkan Alat Mixer Ragi di Kelompok UMKM Desa Sepande (Foto: Humas Unusida)

PPK Ormawa HMTI Unusida, Hibahkan Alat Mixer dan Bekali Warga Ilmu Pengembangan UMKM

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menghibahkan alat Mixer Ragi Kedelai Otomatis kepada Pemerintah Desa Sepande, Candi, Sidoarjo. Penyerahan alat hibah tersebut dirangkai dengan kegiatan Pelatihan Packaging yang dipusatkan di Balai Desa Sepande, Ahad (01/09/2024) Sore.

Ketua tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa HMTI Unusida, Mochamad Fathullah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu dari pelaksanaan yang sebelumnya mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI.

“Jadi program yang kami usung adalah peningkatan UMKM di Desa Sepande ini. Dengan memberikan fasilitas berupa mesin pencampur bahan baku agar membantu proses produksi tempe setiap harinya,” jelasnya.

Fathullah menyebutkan bahwa program-program PPK Ormawa sudah berjalan sejak bulan Juli lalu, dengan diawali dengan sosialisasi dan audiensi bersama pelaku usaha tentang pengembangan UMKM di Desa Sepande.

Rencananya, tim PPK Ormawa HMTI Unusida akan menggelar 3x pelatihan yang menyasar pelaku usaha, ibu-ibu PKK serta karang taruna desa setempat. “Selain pelatihan packaging, selanjutnya akan menggelar pelatihan diversifikasi produk dan pelatihan digital marketing,” ujar Fathullah.

Mahasiswa jurusan Teknik Industri angkatan 2022 tersebut mengatakan, pentingnya proses diversifikasi produk adalah untuk mengembangkan produk UMKM. Yaitu dengan menghasilkan produk turunan dari bahan baku serupa untuk menjangkau pasar serta kebutuhan konsumen yang lebih luas.

“Seperti menyediakan banyak pilihan bagi konsumen terhadap olahan kedelai, selain tahu dan tempe,” katanya.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi dari produk awal adalah dapat dilihat dari packaging. Oleh karena itu, ia dan tim berusaha meningkatkan kualitas pengemasan produk UMKM, seperti melakukan pembinaan untuk membuat desain kemasan yang baik, dengan mencantumkan komposisi hingga izin usaha.

Packaging yang baik dapat menjangkau pasar menengah ke atas untuk mengangkat nilai jual produk UMKM,” imbuhnya.

Selanjutnya, Fathullah menerangkan tentang strategi digital marketing. “Salah satunya adalah menyusun skema pemasaran produk yang dari awal hanya dijual di toko atau warung saja, targetnya dapat menjangkau pasar di supermarket atau swalayan.

“Pelatihan-pelatihan tersebut sesuai dengan hasil observasi kami sebelumnya, tentunya sesuai dengan kebutuhan dari pelaku UMKM di Desa Sepande,” ungkapnya.

Simak berita selengkapnya di Unusida TV

Sementara itu, Kepala Desa Sepande, Hadi Santoso sangat mengapresiasi inisiatif dan peran serta dari mahasiswa Unusida dalam mengembangkan UMKM bagi masyarakat.

“Usaha tempe ini memiliki sejarah yang panjang bagi masyarakat Desa Sepande. Turun temurun sampai sekarang ini,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat masih perlu pendampingan dari kalangan akademisi dalam mempromosikan usaha dan potensi lain yang dimiliki oleh Desa Sepande.

“Terima kasih atas bantuan dan perhatian untuk warga kami. Hal ini sangat penting untuk mendorong pengembangan UMKM di Desa Sepande ini,” pungkasnya.

 

(my)

Wakil Rektor 3 Unusida, H Ali Masykuri (Foto: Humas Unusida)

Jaga Demokrasi Sesuai Kapasitas dan Tugas Masing-Masing

Wakil Rektor 3 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), H Ali Masykuri menekankan agar akademisi Nahdlatul Ulama (NU) harus mengambil sikap akan polemik revisi Rancangan Undang – Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sebelumnya akan disahkan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta.

“Akademisi NU, Mahasiswa dan Dosen harus mengambil sikap untuk menjaga demokrasi saat ini. Yaitu dengan sesuai dengan kapasitas dan tugas masing-masing,” katanya, Jumat (23/08/2024).

Ia sangat mengapresiasi sikap mahasiswa NU yang tergabung dalam aliansi pemuda Sidoarjo yang hari ini menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sidoarjo. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari demokrasi di mana rakyat dapat bertindak untuk menyampaikan aspirasi.

“Tidak hanya akademisi NU, semua elemen masyarakat harus bersikap, jangan diam ketika demokrasi kita sedang terancam,” tegasnya

Diketahui, Rapat paripurna DRR RI untuk mengesahkan RUU Pilkada tersebut seyogyakan digelar pada Kamis (22/08/2024), akan tetapi batal digelar karena tidak memenuhi kuorum. RUU tersebut menimbulkan polemik karena menganulir putusan MK sebelumnya.

“Kondisi hari ini jauh lebih kondusif daripada kemarin, setelah ada sikap dari pimpinan DPR,” imbuhnya.

Akan tetapi, ia menghimbau kepada masyarakat agar terus mengawal UU Pilkada yang bermasalah karena mengabaikan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Putusan MK Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang dibacakan oleh Mahkamah pada Selasa (20/08/2024) lalu.

Menurutnya pemerintah dan DPR masih mempunyai celah bersiasat untuk memuluskan agenda dan kepentingan mereka dalam Pilkada 2024. Sebab dikhawatirkan mereka masih mencoba mencari cara buat menganulir putusan MK yang mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah yang dapat menguntungkan beberapa kelompok saja.

“Masyarakat yang juga memiliki sebagai pengawas pemerintahan harus mengawal setiap kebijakan baru, hal ini untuk menjaga kondusifitas negara dan jalanya sistem demokrasi,” jelas Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo tersebut.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa warga NU harus senantiasa memperhatikan norma-norma agama dan negara dalam mengambil sikap dan menyampaikan aspirasi.

Ketum PBNU sudah menyampaikan bahwa sikap masyarakat hari ini merupakan bagian demokrasi. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi aksi-aksi dalam menyampaikan aspirasi saat ini.

“Tetap jaga almamater dan jaga kekondusifan saat menyampaikan aspirasi, tidak anarkis dan merusak fasilitas umum yang dapat meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

 

(my)

 

Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida (Foto: Humas Unusida)

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida

Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Pagar Nusa Championship. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, Jum’at (30/08/2024) – Ahad (01/09/2024) tersebut dipusatkan di Gedung Serbaguna Pulo Kencono, Rangkah Kidul, Sidoarjo.

Tampak antusias ratusan peserta yang mengikuti kejuaraan pencak silat tingkat Jawa Timur tersebut diikuti sebanyak 386 peserta dari 38 kontingen. Yang mempertandingkan kategori seni dan kelompok usia mulai dari usia dini, pra remaja, remaja, sampai dewasa.

Wakil Rektor Unusida, Hadi Ismanto menyampaikan pentingnya kejuaraan pagar nusa yang diselenggarakan oleh Himaprodi Manajemen Unusida. Menurutnya, pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga Amaliyah NU, menjaga para kiai NU serta menjaga NKRI.

“Pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga ketentraman di Indonesia. Menjadi benteng bagi bangsa Indonesia dan juga para kiai,” terangnya saat membuka kegiatan tersebut.

Anggota DPRD Sidoarjo, Zakaria Dimas Pratama mengatakan, kegiatan ini tidak sekedar sebagai kompetisi, tapi menjadi ajang silaturahmi dari seluruh penderkar pagar nusa. Tidak hanya sekedar olahraga, akan tetapi seni bela diri bagi para pelajar.

Alumni Unusida tersebut sangat mengapresiasi hasil program kerja untuk memfasilitasi pendekar pagar nusa untuk dapat berkompetisi dan berprestasi. Melalui kegiatan kejuaraan seperti ini yang dapat mengasah skill dan mental para atlet ketika bertanding.

“Semoga kegiatan ini rutin diselenggarakan Ormawa Unusida untuk mewadahi atlet-atlet berbakat yang akan meneruskan prestasi yang sudah ditorehkan Kabupaten Sidoarjo dalam ajang Pekan Olahraga tingkat provinsi selanjutnya,” harapnya.

Dimas berpesan untuk tetap semangat dalam berlatih untuk mencapai sebuah prestasi. Ia mengatakan bahwa latihan yang tekun merupakan sebuah proses untuk mendapatkan hasil terbaik dalam sebuah kompetisi

“Jika ingin berprestasi, harus lebih banyak berlatih daripada lawan. Jika lawan berlatih 1x, kita harus berlatih 2x, semangat menjadi pendekar pagar nusa,” tuturnya.

Ketua Himaprodi Manajemen, Hilmi Ubaidillah menambahkan melalui kejuaraan ini akan melahirkan potensi atlet-atlet pencak silat di daerah Sidoarjo.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan dosen yang telah memberikan arahan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

 

(my)

Seminar Nasional Perpajakan oleh Himaksi Unusida bersama Arif Anwar Yusuf (Foto: Humas Unusida)

Kenalkan Core Tax Sistem, Himaksi Unusida Gelar Seminar Nasional Perpajakan 2024

Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (Himaksi) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menggelar Seminar Nasional Perpajakan, Senin (26/08/2024). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut dilaksanakan secara Hybrid, yaitu secara offline di Hall Kampus 2 Unusida dan online melalui Zoom Meeting.

Dalam seminar tersebut mengundang narasumber Arif Anwar Yusuf yang merupakan Penyuluh Pajak Ahli Pertama Kanwil DJP Jawa Timur II. Kegiatan tersebut membahas tentang Digitalisasi Perpajakan ‘Kebijakan Tarif Efektif Rata-rata (TER) PPH Pasal 21 terhadap Orang Pribadi, Core tax: Inovasi Teknologi untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak Transformasi Digital Perpajakan: Pemadanan NIK dan NPWP’.

Arif Anwar Yusuf mengedukasi mahasiswa Unusida tentang Core Tax pada wajib pajak. Core tax administration system merupakan suatu sistem teknologi informasi dalam administrasi perpajakan yang bertujuan untuk mengotomatisasi proses bisnis yang dijalankan oleh DJP sebagai pihak yang memegang otoritas perpajakan.

Sebagai salah satu bentuk reformasi pajak digital, core tax menyederhanakan proses bisnis pelaksanaan administrasi perpajakan bagi DJP dan wajib pajak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan dan mengurangi biaya kepatuhan pajak.

Core tax ini menjadi sistem baru untuk memudahkan para wajib pajak untuk mendapatkan informasi dalam memenuhi adaministrasi perpajakan,” terangnya.

Terdapat proses bisnis yang diperbarui dengan pengimplementasian core tax, diantaranya seperti pendaftaran Wajib Pajak, pengelolaan surat pemberitahuan (SPT), taxpayer account management (TAM), mekanisme pembayaran, compliance risk management (CRM) serta rangkaian proses pengawasan perpajakan mulai dari menanggapi SP2DK dan pelaksanaan sengketa perpajakan.

Penerapan core tax diharapkan akan meningkatkan otomatisasi dan digitalisasi seluruh layanan administrasi perpajakan. Dengan core tax, Wajib Pajak nantinya dapat melakukan layanan mandiri dan pengisian secara otomatis. Transparansi dari akun wajib pajak pun akan meningkat karena seluruh informasi perpajakan dapat langsung dilihat secara utuh.

Core tax sistem sebenarnya mulai digunakan pada pertengahan 2024 ini yang terdapat beberapa pembaharuan di beberapa sektor yang berkaitan dengan tatacara pelaporan SPT,” jelasnya.

“Sistem ini harus dikenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi wajib pajak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia sangat mengapresiasi mahasiswa Unusida yang memberikan ruang untuk mengenalkan sistem ini. Menurutnya, peran penting mahasiswa dalam menjadi penghubung informasi di tengah masyarakat sangatlah krusial.

“Apresiasi atas peran serta mahasiswa Unusida, khususnya prodi Akuntansi yang aktif dan tanggap menyikapi hal baru tentang sistem perpajakan di Indonesia,” pungkasnya.

 

(my)

Seleksi Beasiswa Tahfidz dan Mahir Baca Kitab Kuning bagi Calon Mahasiswa Baru Unusida 2024 (Foto: Humas Unusida)

Puluhan Calon Mahasiswa Baru Unusida ikuti Seleksi Beasiswa Jalur Prestasi

Puluhan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) mengikuti Seleksi Jalur Prestasi Tahfidz 30 Juz dan Mahir Baca Kitab Kuning. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Unusida, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (21/09/2024).

Total terdapat 30 peserta yang mengikuti seleksi jalur prestasi kali ini, yang terdiri dari 21 peserta baca kitab kuning, dan 9 peserta yang mengikuti seleksi beasiswa tahfidz. Peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan beasiswa selama kuliah di Unusida.

Adapun tim penguji dari Tahfidzul Qur’an,  am’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama
(JQH NU), dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo.

Rektor Unusida, H Fatkul Anam menyebutkan bahwa tahun ini menjadi kali keempat pihaknya menyelenggarakan seleksi beasiswa prestasi tahfidz dan mahir baca kitab kuning. Hal ini menjadi komitmen Unusida untuk memberikan kesempatan belajar bagi para santri.

“Saya yakin dan ingin titipkan ke generasi muda penghafal Al Qur’an dan mahir baca kitab kuning untuk menjadi bagian dalam mengawal Unusida ke depan,” ujarnya.

Secara keseluruhan Unusida memberikan kuota 10 beasiswa tahfidz dan 10 beasiswa mahir baca kitab kuning. Jumlah ini akan terus ditingkatkan setiap tahunnya serta emberikan beasiswa bagi mahasiswa Tahfidz untuk melanjutkan karir hingga melanjutkan studi program magister (S2).

Buktinya, sudah ada alumni Unusida yang dapat berkompetisi di kampus favorit dan menjadi lulusan terbaik (cumlaude) di program studi yang ditempuhnya.

“Siapa lagi yang akan memfasilitasi kader NU untuk kuliah di Kampus NU, juga tidak ragu memberikan kesempatan melanjutkan S2 di kampus favorit. Jadi mohon dimanfaatkan dengan baik kesempatan yang ada,” tandasnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin megatakan bahwa santri dan tahfidzul qur’an dapat menjadi objek dan subjek yang akan mengisi ruang-ruang penting di tengah masyarakat.

“Saya yakin semua mahasiswa disini mempunyai tekad dan niat yang luar biasa, karena tidak semua Tahfidz ingin melanjutkan kuliah,” ucapnya.

Kiai Zainal menuturkan bahwa kualitas hidup yang baik kuncinya yaitu iman dan ilmu, keduanya itu terdapat di Unusida. Di Unusida, mahasiswa dididik untuk siap menjemput masa depan yang gemilang, kesempatan membangun investasi berupa skill dan ilmu, serta menyiapkan diri menjadi orang-orang yang diangkat derajatnya oleh Allah SWT melalui keberkahan ilmu.

Oleh karena itu, Unusida menyediakan beasiswa bagi santri-santri alumni Pondok Pesantren yang mahir membaca kitab kuning untuk menjemput nilai barokahnya.

“Jangan sia-siakan ruang remaja, maka manfaatkan dengan sekuat tenaga, Manfaatkan dengan baik di setiap kesempatan, Allah pasti akan menata hidup kalian, ekonomi, dan pendidikan,” pungkasnya.

 

(my)

Pelatihan Sholat Sempurna Bersanad Unusida (Foto: Humas Unusida)

Sivitas Akademika Unusida Dibekali Pelatihan Sholat Sempurna Bersanad

Sivitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) dibekali pelatihan sholat sempurna bersanad. Pelatihan yang diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam & Keaswajaan (PIK) Unusida tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Unusida Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (19/09/2024).

Dalam pelatihan tersebut dibimbing oleh Wakil Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo yang juga sebagai instruktur nasional, KH Muhammad Sholeh Qosim.

Kiai Sholeh menyebutkan bahwa referensi yang dipakai adalah dari para masyayikh dan muassis NU seperti Raden Asnawi Kudus, buku karangan KH Bisri Musthofa, serta disempurnakan dengan beberapa kitab Safinatun Najah, Bidayatul Hidayah, dan juga Sullamul Taufik.

“Pelatihan ini mengacu terhadap beberapa referensi yang dengan sanad guru-guru kita. Yaitu dimulai dengan usolli, takbiratul ihram, membaca surat alfatihah, qunut ketika subuh, hingga salam,” terangnya saat menyampaikan materi.

Kiai Sholeh menjelaskan bahwa pelatihan ini dikemas dengan 70% praktik wudlu, sholat dan bacaan sholat, serta rukun qouli dan fi’liyah. Juga batasan-batasan tentang menutup aurat ketika sholat.

Ia sangat mengapresiasi program Unusida yang menjadi kampus kebanggaan warga nahdliyyin. Melalui program sholat sempurna bersanad bagi tenaga kependidikan dan dosen Unusida kali ini diharapkan dapat menjadi bekal dan percontohan bagi keluarga dan masyarakat.

“Kami bangga dari program Unusida tentang penguatan amaliyah kali ini, semoga dapat berkelanjutan dan bermanfaat untuk kita semuanya,” katanya.

Sekretaris BPP Unusida, H Sholehuddin menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah sebagai penguatan amaliyah bagi dosen dan karyawan Unusida. Menurutnya, budaya kampus yang baik harus dibangun dan dikembangkan dalam menyeimbangkan pemikiran secara saintek saintis juga dengan amaliyah bersifat spiritual.

“Unusida tidak hanya dalam secara fikroh an nahdliyah, akan tetapi juga dalam segi amaliyah NU,” tuturnya kepada tim Humas Unusida.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo tersebut menyampaikan, penguatan secara amaliayah dan fiqroh an nahdliyah di kampus Unusida yang diawali oleh civitas akademika unusida, dan dapat memberikan berdampak dan kontribusi positif terhadap pengambangan Unusida

Sebab bagi kampus NU tidak cukup jika hanya mengandalkan intelektual saja, tapi juga harus juga didukung dengan spiritual, yaitu dapat diawali dengan pelatihan sholat sempurna

“Kegiatan dapat menyeimbangkan karakter dan ciri khas yang dimiliki oleh Unusida, melalui amaliyah seperti sholat, bisa memberikan kontribusi positif terhadap keunggulan dan capaian Unusida selama ini,” harapnya.

Wakil Rektor 3 Unusida, H Ali Masykuri menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para dosen dan karyawan Unusida menuju sholat yang sempurna.

“Semoga semua kegiatan ini dapat bermanfaat bagi dosen dan karyawan dan mampu memperbaiki sholat dan wudlu dengan baik sesuai sanad guru-guru kita,” pungkasnya.

 

(my)

Upacara 17 Agustus 2024 oleh Sivitas Akademika Unusida pada HUT RI Ke-79 (Foto: Humas Unusida)

HUT RI ke-79, Momentum Meneladani Semangat Juang Para Pahlawan

Bulan Agustus menjadi momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah, terdapat semangat juang para pahlawan dalam melawan para penjajah. Semangat juang tersebut yang harus dijaga dan menjadi teladan bagi generasi-generasi selanjutnya.

Hal tersebut yang juga disikapi oleh sivitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) yang menggelar berbagai kegiatan bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 Tahun, dimulai dari upacara bendera yang dilaksanakan di halaman utama Kampus 2 Unusida, Sabtu (17/08/2024).

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh sivitas akademika Unusida, mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, yang bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Rektor 3 Unusida H Ali Masykuri.

Ia berpesan agar momentum kemerdekaan digunakan untuk meneladani semangat juang para pahlawan. Baik ketika merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI pada zamannya.

“Bangsa Indonesia merdeka dicapai dengan perjuangan yang luar biasa. Oleh karena itu, mari kita tanamkan pada diri kita bahwa segala sesuatu harus dicapai dengan perjuangan,” tegasnya saat menyampaikan amanat upacara.

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut menyampaikan, sebagai akademisi NU harus senantiasa berjuang untuk membesarkan instansi dan jamiyah NU sendiri. Dosen dapat mengarahkan dan membimbing mahasiswa untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tendik bekerja sesuai dengan bidang keahliannya, serta mahasiswa dapat belajar melalui pembelajaran di bangku kuliah serta mengembangkan skill yang dimiliki dengan mengikuti kegiatan organisasi di kampus maupun di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa peringatan kemerdekaan kali ini menjadi sarana untuk menguatkan sikap nasionalis dan cinta tanah air generasi yang akan memajukan bangsa nantinya. Akademisi NU harus mengambil peran dalam memupuk sikap nasionalisme di tengah masyarakat.

“Saat ini kita sudah merdeka, akan tetapi tidak boleh terlena. Masih banyak peluang dan potensi yang harus dimanfaatkan serta dikelola dengan baik untuk kemaslahatan bersama,” jelasnya.

Selain itu, sivitas akademika juga menggelar berbagai lomba, di antaranya lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba estafet kardus serta lomba tenis meja. Lomba tersebut diikuti oleh dosen dan tendik Unusida dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 79 tahun.

 

(my)